Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024

Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024, Hari Raya Santo Yosep, Suami Santa Perawan Maria.

Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024
Bacaan Pertama2 Samuel 7:4-5a.12-14a.16
Mazmur TanggapanMzm 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan KeduaRoma 4:13.16-18.22
Bait Pengantar InjilMzm 84:5
Bacaan InjilMatius 1:16.18-21.24a

Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024, Hari Raya Santo Yosep, Suami Santa Perawan Maria, Warna Liturgi Putih.

Bacaan Pertama - 2 Samuel 7:4-5a.12-14a.16

Pada suatu malam datanglah firman Tuhan kepada Natan, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud:

Beginilah firman Tuhan: Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat istirahat bersama nenek moyangmu,

Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan - Mzm 89:2-3.4-5.27.29

Ref. Anak cucunya akan lestari untuk selama-lamanya.

  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku; Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun."
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku". Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh".

Bacaan Kedua - Roma 4:13.16-18.22

Saudara-saudara, bukan karena hukum Taurat Abraham dan keturunannya diberi janji bahwa mereka akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran atas dasar iman. Kebenaran yang berdasarkan iman itu merupakan kasih karunia belaka.

Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.

Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis, “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.”

Kepada Allah itulah Abraham percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang dengan firman-Nya menciptakan yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, sebab Allah telah berfirman kepadanya, “Begitu banyaklah nanti keturunanmu.” Dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil - Mzm 84:5

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.

Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti.

Bacaan Injil - Matius 1:16.18-21.24a

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Sebelum Kristus lahir, Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf. Ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024

Bacaan injil hari ini (Matius 1:16.18-21.24a) mengisahkan tentang tunangan Maria dengan Yusuf dan pengumuman yang diterima oleh Yusuf bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus.

Awalnya, Yusuf bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam karena takut mencemarkan nama baiknya, namun dalam mimpi, malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan meyakinkannya untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya.

Pelajaran dari bacaan ini mengajarkan kita beberapa hal:

1. Rencana Allah melebihi pemahaman kita: Kehamilan Maria melalui Roh Kudus adalah bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan umat-Nya.

Meskipun dalam situasi yang sulit dan tidak wajar, Allah tetap bekerja dengan cara yang tidak dapat kita pahami atau duga.

Kita perlu percaya bahwa Allah memiliki rencana yang sempurna, meskipun itu tidak selalu sesuai dengan keinginan atau harapan kita.

2. Kepercayaan yang diperlukan: Yusuf adalah orang yang tulus hati dan taat kepada Allah. Meskipun merasa terkejut dan bingung dengan situasi yang dihadapinya, ia memilih untuk mempercayai firman Tuhan yang diberikan melalui malaikat tersebut.

Kepercayaan kepada Allah membutuhkan kesediaan kita untuk mempertimbangkan rencana-Nya dan mengikuti-Nya dalam setiap langkah hidup kita.

3. Kesetiaan dan keteguhan hati: Setelah Yusuf sadar akan rencana Allah, ia tanpa ragu menerima Maria sebagai istrinya dan memberikan nama Yesus kepada anak yang akan dilahirkannya.

Yusuf menunjukkan kesetiaan dan keteguhan hati dalam mengikuti kehendak Allah, meskipun situasi tersebut mungkin menimbulkan keraguan dan hukuman dari orang lain.

Renungan ini mengajak kita untuk senantiasa mempercayai dan mengikuti kehendak Allah dalam hidup kita.

Meskipun mungkin kita tidak selalu memahami atau dapat memprediksi konsekuensi dari keputusan yang Allah berikan kepada kita, kita dipanggil untuk memiliki kepercayaan yang sama seperti Yusuf, untuk setia dan teguh dalam mengikuti-Nya.

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah menyerahkan awal misteri keselamatan kepada Santo Yosef untuk dijaganya dengan setia.

Kami mohon, semoga berkat doanya Gereja-Mu selalu membantu mewujudkan karya penyelamatan-Mu itu.

Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Selasa 19 Maret 2024.